Followers

Sunday, 4 August 2013

Hikmah Kehidupan



(25) Hidup ini adalah perjuangan. Orang sukses, dia bersikap seperti prajurit yang hendak terjun ke medan perang. Orang gagal, dia bersikap seperti prajurit yang sedang memunguti harta rampasan perang, sambil berjingkrak-jingkrak kegirangan.
[[Catatan: Orang sukses selalu ingin memberi, orang gagal selalu meminta. Orang sukses mau bersabar, orang gagal tidak tahan menderita. Orang sukses tersenyum saat bahagia, orang gagal tertawa terbahak-bahak saat mendapat kesenangan. Orang sukses bersikap teguh saat menghadapi ujian, orang gagal menangis menjerit-jerit saat menghadapi masalah. Orang sukses  berani menghadapi musuh, orang gagal lari paling duluan sebelum yang lain. Orang sukses mengukur usaha sebagai proses, orang gagal mengukur sebagai hasil. Orang sukses memahami makna "angka nol", orang gagal selalu terobsesi dengan "poin 100". Begitu jelas beda antara orang sukses dengan orang gagal. Tapi di jaman modern, orang gagal lebih pintar memoles penampilan, sehingga manusia banyak berkerumun di sekitarnya. Sementara orang sukses susah diajak kompromi dalam soal penampilan, sebab hal itu memang bukan ukuran. Seperti sudah dikatakan, "Hidup adalah perjuangan." Iya kan]].
(24) Setiap manusia sanggup berkorban. Jika seseorang tidak berkorban untuk agamanya, tentu dia akan berkorban untuk selainnya.
[[Catatan: Itu pasti, seseorang akan berkorban, untuk siapapun. Ada yang berkorban untuk kekasihnya, anak-isterinya, sahabat-sahabatnya, kedua orangtuanya, kakak-adiknya, kelompoknya, klub-nya, dan sebagainya. Jika kita tidak berkorban kepada agama, pasti akan berkorban kepada yang lain. Mininal berkorban untuk diri sendiri. Pada akhirnya nanti, akan tampak seberapa besar pengorbanan seseorang. Dan itulah yang dihargai di Akhirat nanti. Kalau pengorbanannya paling besar untuk isterinya, kelak "pahalanya" akan sampai ke isterinya. Kalau pengorbanan besar untuk "game komputer"-nya, nanti pahalanya juga untuknya. Dan seterusnya. Kita harus memiliki reputasi pengorbanan untuk agama ini, lalu berharap Allah akan menolong kita saat berkorban untuk isteri, anak-anak, orangtua, keluarga, para shahabat, komunitas, dan sebagainya. Tolonglah agamamu, agar Allah menolong kehidupanmu dan siapapun yang engkau ridhai!!!]].
(23) Jadilah pengikut kebenaran, dan jangan berharap kebenaran akan mengikuti diri Anda.
[[Catatan: Kebenaran itu memiliki tabiatnya sendiri. Ia seperti rel yang terbentang lurus, menuju suatu titik (keridhaan Allah). Sedangkan kita adalah para penumpang kereta yang akan melintasi rel tersebut. Jangan pernah bermimpi, kita akan mampu menentukan arah rel, mengubah-ubah haluan, atau membentuk rute sendiri. Kita ini dilahirkan ketika rel sudah jadi, sudah ada, lurus memanjang. Jadi, dalam hidup ini, ikutilah rel yang lurus itu, ikutilah kebenaran. Jangan pernah bermimpi, rel itu akan mengikuti cara Anda berjalan. Dan jangan pula bermimpi (yang lebih parah), Anda akan membentuk rel sendiri, sesuai selera Anda. Saudaraku, bersegeralah mengikuti kebenaran, jangan memaksakan agar kebenaran mengikuti langkah-langkah kaki Anda]].
(22) Sebagian orang merasa dirinya “sangat berjasa” pada Islam. Padahal sejatinya, Islam-lah yang telah berjasa mengangkat dirinya menjadi mulia.
[[Catatan: Seringkali muncul kesombongan dalam hati kita. Ketika seseorang telah mengerahkan tenaga maksimal, pikiran diperas, keringat berlelehan, di jalan Allah. Di suatu titik, dia tergoda untuk "menilai" amal-amal yang telah dia lakukan. "Oh, betapa besar jasaku. Tanpa pengorbananku, Islam tidak akan maju seperti ini. Ya Allah, terimakasih Engkau telah memilihku menjadi orang penting. Tanpa tanganku, ideku, perjuanganku, mustahil Ummat Islam ini akan maju seperti ini." Betapa, dalam perjuangan ini, posisi kita hanya penyedia kavling belaka. Kita menyediakan tempat, menyediakan fasilitas, menyediakan peralatan, lalu Allah membangun di atas kavling itu kebaikan-kebaikan amal. Amal itu sendiri akhirnya untuk kita, baiknya untuk kita, pahalanya juga untuk kita. Padahal kita ini hanya "penyedia kavling" belaka. Allah-lah yang menolong kita beramal-amal baik yang diridhai-Nya. Tidak pantas ada kesombongan dalam amal. Bukan kita yang mulia, tetapi Islam-lah yang membuat kita mulia. Andaikan bukan karena Islam yang kita bela, tentulah kita akan hina, atau akan menjadi manusia-manusia bingung yang menyembah hedonisme untuk menyenangkan diri yang gelisah]].
(21) Siapakah manusia yang ditinggalkan? Siapakah dia? Apakah dia manusia yang kesepian, tidak memiliki teman, hidup di pedalaman, tersisih dari pergaulan, diabaikan manusia? Tidak, wahai saudaraku. Manusia yang ditinggalkan adalah mereka yang sibuk dengan urusannya sendiri, lalu dia mengabaikan urusan Islam, kemudian Allah pun meninggalkan dirinya.
[[Catatan: Alangkah malangnya manusia yang tidak diberi jalan untuk menolong agama Allah. Dia memiliki harta, tapi sangat berat mengeluarkan infak. Dia memiliki gedung-gedung, rumah-rumah megah, fasilitas luar biasa, tetapi disana sama sekali tidak pernah terdengar agama Allah ditolong di dalamnya. Dia memiliki pangkat tinggi, jabatan tinggi, karier bagus, profesi mengagumkan, tetapi sayang semua itu sama sekali tidak dibutuhkan oleh Allah untuk menolong agama-Nya. Allah tidak meminta bantuan dia untuk menolong agama-Nya. Begitu pula, dia memiliki ilmu tinggi, memiliki skill profesional, memiliki wawasan luas, memiliki jaringan luas, tetapi sayang Allah tidak butuh dengan apa yang dia miliki. Akhi wa Ukhti, dekatilah Allah dengan apapun yang mengundang ridha-Nya. Jangan sampai engkau ditinggalkan oleh-Nya, tidak disertakan dalam perjuangan agama-Nya]].
(20) Orang berilmu, dia tahu definisi kehidupan dan sifat-sifatnya. Orang pintar, dia bisa membedakan kehidupan dan kematian. Orang cerdas, dia bisa memilah mana yang penting dan mana yang lebih penting. Adapun orang yang bijak, dia memahami bahwa ‘setiap awal pasti ada akhirnya’, ‘setiap pangkal pasti ada ujungnya’. Lalu dimana posisi kita?
[[Catatan: Jadilah salah satu dari posisi-posisi kebaikan. Jadilah orang berilmu yang beramal dengan ilmunya. Jadilah orang beramal yang bisa membedakan amal penting dan amal yang bisa ditunda. Jadilah orang yang istiqamah dalam amal kebaikan. Dan akhirnya, jadilah manusia yang banyak berbekal untuk menuju kepada-Nya. Bagaimanapun, dimanapun, apapun posisi kita, kematian akan menghampiri, lambat atau cepat. Berbekal-bekallah menyambut hari yang tak terduga]].
(19) Banyak anak-anak muda bersikap angkuh dengan segala kebebasan yang dimilikinya. Kebut-kebutan, maniak musik rock, memakai simbol-simbol setan, hobi pornografi, berkata-kata mesum, jadi suporter ‘bonek’, terlibat seks bebas, minuman keras, narkoba, dsb. Mereka menyangka, semua itu adalah “hakikat kehidupan sejati”. Padahal mereka hanya tertipu.
[[Catatan: Usia manusia bertambah. Tidak mungkin manusia akan muda selamanya. Lambat atau cepat, seseorang akan menjadi tua. Ketika banyak anak muda menghabiskan waktunya dalam kebebasan ekspressi tanpa kendali, pada dasarnya mereka hanya mempersiapkan "PENJARA" untuk masa depannya sendiri. Mereka akan terkurung dalam penjara kehidupan, penuh kesempitan, penuh konflik, diremehkan, bahkan diabaikan. Mengapa? Sebab mereka telah "menghabiskan madunya" saat masih muda. Maka nasehati saudara-saudaramu, agar tidak terjebak dalam penjara yang akan mengurung diri mereka sendiri, di kemudian hari]].
(18) Di jaman modern ini, banyak orang-orang muda tenggelam dalam pemujaan seks. Mereka tampil dalam gambar porno, video mesum, eksperimen seks, dan lain-lain. Banyak orang mengira, mereka berbahagia. Padahal sejatinya, mereka sakit.
[[Catatan: Banyak manusia putus-asa dengan hidupnya. Mereka merasa hancur, merasa berantakan. Lalu mereka terjerumus dalam propaganda, untuk menghancurkan orang lain. Slogan mereka, "Kalau kami hancur, maka mereka juga harus hancur! Kita sama-sama hancur!" Orang-orang inilah yang meramaikan dunia pornografi selama ini, apapun bentuknya. Apakah ada kebahagiaan dalam hidup mereka? NOL BESAR, tak ada sama sekali. Justru, mereka menyembunyikan berbagai derita hidup, yang tak mampu kita lihat dari dunia kita. Nun disana, mereka terjebak dalam "bisnis daging". Maksudnya, hidup mereka dihargai sebagaimana harga daging di pasar. Tidak ada penghormatan, kesantunan, keramahan, empati, dan sebagainya. Semuanya keras, perih, tertindas, tak berdaya. Sangat kasihan, seandainya kita tahu keadaan sebenarnya!]].
(17) Jika seorang wanita modern ditanya, “Apa yang dia inginkan dalam hidup ini?” Maka dia akan menjawab: Kebebasan tanpa batasan, materi yang melimpah ruah, pujian yang tidak berkesudahan, perhiasan, kemewahan, serta kenikmatan “cinta” dari laki-laki superhero.
[[Catatan: Jika Anda termasuk wanita yang bertipe seperti di atas, bersiap-siaplah untuk menyambut kehidupan suram di Akhirat nanti. Berlatihlah kesabaran sejak sekarang untuk menghadapi kobaran siksa neraka. Sesekali, belajarlah memegang api, sebelum nanti berenang-renang di atas api. Mengapa dikatakan demikian? Sebab, semua keinginan seperti di atas kerap kali menjadi sebab durhakanya seorang wanita. Rata-rata wanita menjadi durhaka karena impian-impian seperti itu. Bahkan, syurga bagi kaum wanita akan dicapai dengan kesabaran, lapang hati, syukur kepada Allah, menjaga kehormatan, serta tekun ibadah kepada-Nya]].


(16) Salah satu kunci sukses perjuangan manusia, adalah: Berani memilih! Banyak orang gagal, bukan karena tidak bekerja keras, tetapi karena tidak ada satu pun fokus yang dia kejar.
[[Catatan: Sebagai manusia biasa, kita biasanya ingin meraih semuanya. Misalnya, seorang pemuda ingin sukses kuliah, ingin menjadi olah-ragawan, ingin menjadi facebookers populer, ingin traveling ke berbagai tempat eksotik, ingin aktif di organisasi, ingin ikut demonstrasi di barisan terdepan, ingin berceramah sangat mengharukan, sehingga semua mata meneteskan air-mata, dan berbagai impian lain. Semua ini ingin didapat dalam satu masa sekaligus. Pemuda itu pun harus bekerja "apa saja", tanpa prioritas, tanpa skala, tanpa fokus. Akibatnya, dia tidak memperoleh apapun dari semua impiannya, karena usahanya mentah semua. Maka, jika ingin sukses, kita harus berani memilih di antara impian-impian itu. Memilih ini membutuhkan kekuatan jiwa untuk menerima sedikit, dan melepaskan keinginan-keinginan lain. Cobalah saudaraku, maka engkau akan sukses, insya Allah]].
(15) Cobaan berat sering menimpa orang-orang yang baru bertaubat. Hal itu untuk menguji, apakah taubatnya benar-benar murni atau hanya main-main saja?
[[Catatan: Setiap orang yang baru bertaubat, biasanya akan diberi "uang muka", berupa kegembiraan-kegembiraan sebagai sambutan atas pertaubatan dia. Namun setelah itu, biasanya dia akan diberi cobaan tertentu yang benar-benar menguji keimanannya. Kalau dia sanggup melewati ujian itu dengan sabar, dia akan lolos dari ujian dan benar-benar mendapatkan taubat yang murni. Namun, kalau dia gagal melewati ujian dan merasa tidak sanggup hidup dalam taubat, dia akan jatuh kembali ke posisi semula. Bisa jadi saat itu syaitan akan menggodanya, sehingga menjadi lebih terjerumus dibandingkan sebelum saat bertaubat.
Caranya bagaimana menghadapi godaan syaitan itu? Pertama, sadarilah bahwa cobaan untuk menguji niat taubat kita, apakah serius atau main-main, itu memang ada. Kedua, kalau diukur-ukur, cobaan setelah taubat itu sebenarnya tidak berat. Hanya yang membuatnya tampak berat, karena kita menghadapi bisikan syaitan yang terus-menerus menggoda hati kita agar berhenti bertaubat. Kalau kita sering mengulang-ulang bacaan Surat Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas, insya Allah bisikan syaitan itu bisa ditatasi. Ketiga, kebebasan hidup setelah bertaubat sungguh jauh lebih nikmat daripada "kebebasan" kita bergelimang dalam dosa. Bagaimanapun Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan selalu mensucikan diri]].
(14) Orang yang baik itu kalau berbuat salah, cepat mendapat peringatan dari Allah, sehingga dirinya segera bertaubat. Sedangkan orang jahat itu kalau berbuat salah, malah ditambah-tambah rizkinya, agar dia semakin bergelimang dengan kesalahan.
[[Catatan: Banyak orang tertipu dengan rizki yang dia peroleh. Dia menganggap bahwa bertambah rizki di sisinya dianggap sebagai kebaikan murni. Padahal sebagian rizki itu justru merupakan fitnah bagi yang bersangkutan. Jika seseorang bertambah shalih dan bertambah rizkinya, bersyukurlah. Itu pertanda keberkahan. Namun harus hati-hati, seseorang yang semakin terjerumus dosa, namun rizkinya malah semakin bertambah. Rizki semacam itu merupakan fitnah yang kelak bisa menjadi bala' yang sangat menyakitkan. Banyak orang 'kaya mendadak' setelah masuk dunia politik. Padahal mereka tidak menunaikan amanah perjuangan politik Islam. Yang mungkar dibiarkan, yang Islami tidak dibela. Namun aneh, rizki mereka kok semakin 'kinclong' ya? Nah, itulah yang tidak mau dimengerti oleh orang-orang itu. Nanti, kalau sudah benar-benar piyek (hancur), barulah timbul kesadaran]].
(13) Betapa manis penampilan wanita seksi, tetapi betapa pahit keadaan jiwanya.
[[Catatan: Hampir dipastikan, tanpa terkecuali, wanita yang memperlihatkan keseksian diri di depan umum, mereka menarik mata laki-laki. Ini sudah fithrah. Tetapi dapat dipastikan juga bahwa wanita seperti itu memiliki jiwa-jiwa yang sakit, pahit, dan penuh masalah. Ibaratnya, "Indah dalam pandangan mata. Namun pedih dalam interaksi dengannya." Sungguh, tidak ada yang bisa membantah, bahwa pemilik penampilan seksi (selain di depan suaminya sendiri) adalah orang-orang yang penuh masalah. Hanya masalah itu tidak tampak di mata kita. Sedangkan mata kita cenderung fokus dengan penampilannya, tak mau menjangkau "yang di balik" penampilan]].
(12) Siapakah wanita yang tidak berkualitas? Mereka adalah wanita yang ketika tidak memiliki kelebihan untuk ditunjukkan; mereka lucuti tubuhnya untuk mencari perhatian.
[[Catatan: Itulah ciri termudah untuk memahami kualitas seorang wanita. Tidak peduli, siapapun dirinya, sepintar apapun dia, setinggi apapun sekolahnya, sefasih apapun bahasa Inggrisnya. Wanita yang tidak berkualitas, akan menjadikan keseksian dirinya sebagai "alat tawar" untuk mendapatkan keuntungan-keuntungan tertentu. Hanya masalahnya, sebagian besar wanita jaman modern ini: tidak berkualitas!]].
(11) Semua wanita itu menarik hati, tetapi semua wanita SAMA.
[[Catatan: Ini adalah sebuah prinsip besar yang patut kita ketahui. Banyak manusia terjerumus karena godaan wanita. Kaum Yahudi sangat pandai. Mereka memahami bahwa fitrah laki-laki selalu terpikat dengan pesona wanita. Maka Yahudi menjadikan wanita sebagai komoditi untuk merusak moral manusia. Lihatlah iklan, film, sinetron, artis, seniman, kemasan produk, penjaga toko, staff kantor, teller bank, dll. selalu memakai wanita dengan penampilan cantik dan pakaian seksi. Yahudi ingin menempatkan wanita sebagai "ranjau-ranjau" untuk membongkar moral manusia, dimanapun mereka berada. Banyak laki-laki terpikat, atau terjerumus oleh "serbuan pesona wanita" ini. Padahal sejujurkan, kalau mau berpikir logis dan lebih berwawasan, kaum wanita itu SAMA. Pusat pesona, struktur, anatomi mereka sama belaka. Hanya "chasing"-nya yang berbeda. Tetapi secara umum mereka sama. Oleh karena itu, Islam memberi solusi berupa ISTERI. Boleh 2, 3, 4 isteri, atau cukup 1 saja. Solusi ini menakjubkan, sebab ia memberi esensi sebenarnya. Andai manusia ingin meraih kenikmatan dari 1000 wanita, hal itu sebenarnya SAMA saja dengan mendapat nikmat dari 1 wanita saja. Semua wanita sama, hanya "chasing" berbeda]].
(10) Seorang atheis berkata, “Tuhan itu tidak ada.” Maka saya katakan kepada orang itu sambil tersenyum, “Apa itu Tuhan? Dan apa itu ada?”
[[Catatan: Kalimat di atas bukan dari saya sendiri, tapi dari Sir Muhammad Iqbal, seorang penyair besar asal Pakistan. Beliau bekerja puluhan tahun dalam dunia filsafat, menghasilkan karya-karya syair yang dikagumi dunia internasional. Gelar "Sir" diberikan oleh Kerajaan Inggris sebagai penghargaan atas dedikasi beliau dalam Sastra Inggris. Maksud kalimat di atas, kurang lebih: Orang atheis tidak mempercayai Allah (Tuhan), lebih karena mereka terlalu berpikir materialis. Segala sesuatu diukur dengan materi. Padahal dalam kehidupan ini, baik materi maupun immateri keduanya eksis. Bahkan sisi immateri (keghaiban) jauh lebih eksis].
(09) Seseorang belum disebut cerdas, sebelum memahami bahwa Yahudi itu memang cerdas. Tetapi seseorang belum mencapai taraf kebenaran, sebelum menyadari bahwa orang Mukmin itu lebih cerdas dari Yahudi.
[[Catatan: Orang yang belum memahami bahwa Yahudi itu cerdas, karena dia belum banyak membaca, belum banyak menyelidiki, dan mengapresiasi karya-karya Yahudi dalam peradaban modern. Bahkan dia belum secara gentle mengakui kecerasan orang lain secara obyektif. Wajar jika dia belum disebut cerdas. Namun cerdas saja, belum cukup. Cerdas jika tidak menyampaikan kepada KEBENARAN, apalah gunanya? Maka seseorang belum disebut memahami kecerdasan hakiki, sebelum menyadari bahwa orang-orang beriman (Mukmin) lebih cerdas dari Yahudi. Orang beriman mengerti sepak-terjang Yahudi, misinya, konsep, skema, bahkan dampak yang akan terjadi dari sepak terjang itu. Dari mana orang-orang beriman memahami semua ini? Sebab mereka ditolong oleh Allah untuk memahami makar musuh-musuhnya, dan diberitahu formula-formula untuk mengatasinya. Hanya saja, formula-formula itu tidak selalu efektif bisa dijalankan, sebab hanya didukung oleh kekuatan sporadis. Andai ada konsep negara yang 100 % mendidikasikan dirinya untuk kemajuan Islam, tentu Ummat ini akan menyaksikan pertunjukan kecerdasan oleh kaum Mukminin. Masya Allah, laa haula wa laa quwwata illa billah]].



(08) Seorang insan mengharapkan Allah bekerja dalam skenarionya, sehingga setiap impian-impiannya akan tercapai sempurna. Namun Allah Maha Tahu, Dia mengetahui seluruh sisi kehidupan insan itu. Apa yang diberikan-Nya adalah yang terbaik menurut ilmu-Nya, meskipun ia tampak kurang berharga di mata hamba-Nya. Andai Allah memberi secara sempurna apa saja yang diminta hamba-Nya, tanpa mempedulikan sisi-sisi kebaikan dari kehidupan hamba itu, maka bisa jadi ia akan menjadi manusia miskin, lemah, dan terabaikan. Insan itu tidak tahu, sedangkan Allah lebih tahu. Hadapilah kehidupanmu, sekalipun engkau selalu merasa “kurang”. Berlatihlah mensyukuri nikmat, sebab syukur itu akan menjadi pondasi kebahagiaanmu (bukan impian-impianmu yang tidak berkesudahan itu).
(07) Di suatu jaman, Ummat ini merasakan saat-saat “paceklik” kemenangan. Begitu sulit merealisasikan kemenangan itu, sebab begitu banyak hambatan menghadang di jalan, dari berbagai arah. Namun di masa yang lain, kemenangan itu terasa “obralan”. Ia begitu deras menghampiri Ummat ini, seperti gelombang air laut yang tidak kenal henti berdatangan ke pantai. Suatu jaman Ummat dicoba dengan “paceklik”, di jaman berbeda dicoba dengan “panen anugrah”. Di jaman manapun kita berada, seorang Mukmin akan meyakini bahwa kemenangan itu semata dari Allah belaka, bukan dari kekuatan tangannya.
[[Catatan: Kekalahan Ummat kadang membuat kita frustasi, sedangkan kemenangan Ummat kadang membuat kita sombong. Sikap yang benar, kekalahan akan dihadapi dengan shabar; sedang kemenangan akan dihadapi dengan syukur. Shabar atau syukur akan sulit terealisasi jika kita tidak meyakini, wa maa an nashru ill min 'indillahil 'azizil hakim, dan pertolongan itu tidaklah datang melainkan dari sisi Allah yang Maha Aziz dan Maha Hakim. Teguhkan keyakinan ini di hatimu saudaramu, maka Allah akan menegakkan kemenangan dalam kehidupanmu. Insya Allah wa amin]].
(06) Suatu kaum yang malang, ialah mereka yang diperlihatkan oleh Allah sebab-sebab kekalahan dirinya, namun mereka tidak ditolong oleh Allah untuk mencapai kemenangan. Sedangkan kaum yang binasa, adalah mereka yang tidak ditunjukkan sebab-sebab kekalahannya, dan tidak pula ditolong untuk mencapai kemenangan. Adapun kaum yang berjaya, adalah mereka yang diberitahu sebab-sebab kekalahannya, lalu ditolong untuk merealisasikan sebab-sebab kemenangannya.
[[Catatan: Ummat Islam di Indonesia saat ini bisa dianggap termasuk kaum yang malang. Kita tahu dan sadar tentang sebab-sebab kekalahan kita, namun begitu sulitnya kita merealisasikan syarat-syarat mencapai kemenangan. Hidayah ilmu telah ditunjukkan sedemikian banyaknya, namun hidayah taufiq belum dikaruniakan kepada kita, sehingga dari masa ke masa, kita lebih banyak bersabar menanti datangnya pertolongan Allah itu. Bagaimanapun, innallah ma'as shabirin, Allah senantiasa bersama hamba-hamba-Nya yang sabar]].
(05) Musuh terbesar seorang manusia yang sedang berjuang meraih sukses, seringkali tidak berasal dari manapun, tetapi dari dirinya sendiri.
[[ Catatan: Setiap manusia memiliki hawa nafsu, nah hawa nafsu inilah yang kerap menghambat perjalanan menuju tangga sukses. Hawa nafsu bukan "nafsu" makan, minum, seks, dan lainnya. Hawa nafsu itu adalah dorongan dalam diri untuk selalu menghindari kebaikan dan mendekati keburukan. Hawa nafsu selalu ingin konfrontasi dengan kebaikan, dan mendukung penuh keburukan. Maka itu dalam Al Qur'an disebutkan sebuah ayat yang bunyinya, "Wa man khafa maqama Rabbihi wa nahan nafsa 'anil hawa, fa innal jannata hiyal ma'wa" (siapa yang takut dengan kedudukan Rabb-nya dan menahan hawa nafsunya, maka tempat kembalinya adalah syurga). Maka berjuanglah untuk menaklukkan dirimu sendiri, sebelum menaklukkan musuh-musuhmu! ]].
(04) Berbuat salah itu mudah, tetapi meminta maaf atas kesalahan tidaklah mudah. Meminta maaf itu biasa, tetapi berani memberi maaf itu luar biasa. Memberi maaf itu hebat, tetapi mengakui kesalahan diri lebih hebat. Mengakui kesalahan diri jelas istimewa, tetapi berani mengakui kebaikan orang lain, itu lebih istimewa. Mengakui kelebihan orang sungguh tidak mudah, tetapi lebih tidak mudah lagi mensyukuri kebaikan orang, bahkan mendoakan orang-orang yang baik itu. …jika kita belum mengerjakan salah satu dari kebaikan di atas, belum layak kita disebut sebagai manusia yang berakhlak mulia. Semoga Allah selalu menjadikan kita sebagai orang baik, sepanjang nafas di kandung badan. Amin.
(03) Tontonan seks liar hanyalah menyilaukan mata, menyiksa telinga, dan membuat birahi bergejolak. Namun disana tidak ada nilai berharga yang bisa diterima.
[[ Catatan: Kalau menyaksikan media-media pornografi, kita dibuat seperti sangat tergiur menyaksikan semua tontonan itu -meskipun banyak juga yang merasa sangat jijik-. Tetapi semua ketergiuran ini hanyalah tipuan mata belaka. Anda tidak akan pernah mendapat kenikmatan sejati dengan mengagumi tontonan itu. Kenikmatan sejati ada di diri isteri Anda yang didekati dengan cara yang baik, dan menempuh cara yang baik pula. Hanya itu potensi kesenangan seksual yang Allah sediakan bagi kita. Adapun tontonan seks liar, hanya menipu mata belaka. Bahkan para pelaku perbuatan mesum itu, mereka sama sekali tidak mendapatkan impian yang mereka inginkan. Tidak mungkin, Allah akan memberikan kepuasan kepada siapa yang menempuh cara salah! Tidak mungkin! Nah, disinilah banyak generasi muda tertipu oleh media-media pornografi ]].
(02) Kenikmatan seks bukanlah sensasi yang tergantung cara manusia dalam mendapatkannya. Tetapi ia adalah rizki yang besar-kecilnya, sepenuhnya ditentukan oleh Allah Ar Razzaq.
[[ Catatan: Kaum hedonis bersikap liar dalam mengelola potensi kenikmatan seks yang ada di tangan mereka. Mereka berpikir, "Semakin liar cara kita, semakin excited rasanya. Oh oho, enaknya berliar-liar ria di dunia seks, menikmati sensasi sesuka hati, bebas, tanpa kendali apapun. Oooh, hooo, enaknya, serba bebas, puas." Begitulah jalan pikiran mereka. Tetapi yakinlah saudaraku, hakikat nikmat seks itu sepenuh ada di Tangan Allah. Dia akan memberikan sensasi nikmat tertinggi kepada siapa yang paling baik caranya dalam mengambil nikmat itu. Lihatlah kaum hedonis itu, apa yang mereka dapatkan setelah berliar-liar ria dengan segala sensasi seks-nya? Mereka hanya mendapatkan kecewa, penyesalan, dan sakit hati tak berkesudahan, sampai akhir hayatnya. Kasihan benar ]].
(01) Kehidupan memiliki makna berbeda bagi setiap manusia. Bagi seorang Muslim, kehidupan laksana perjalanan panjang untuk semakin memahami Kemurahan Rabb-nya, Allah Azza Wa ‘Ala.
[[ Catatan: Setiap kita telah diberi jatah usia dan rizki, untuk menjalani hidup ini. Allah Ta'ala telah menunjukkan jalan yang lurus yang mesti kita lewati; sedangkan syaitan dan hawa nafsu justru menunjukkan jalur lain yang sesat dari jalan yang lurus. Para penempuh jalan Allah yang istiqamah sampai akhir hayatnya, semoga kita mendapatkan karunia ini -amin ya Karim-, mereka bukan saja akan selamat. Tetapi di titik final itu dia akan jauh lebih memahami Sifat Kemurahan Rabb-nya, lalu bersyukur kepada-Nya. Nah, itulah titik final yang kita harapkan. Allahumma amin ]].

Posted & copy by Bersama Kepimpinan Ulama'(poklan58.blogspot).


JIHAD dan Terrorisme

JIHAD dan Terorisme

Secara bahasa, JIHAD berasal dari ja-ha-da. Suatu usaha maksimal yang sanggup dikerahkan untuk menunaikan suatu urusan. JIHAD adalah perlambang puncak usaha manusia untuk mencapai sesuatu. Dalam jihad ini, pengorbanan apapun akan disanggupi, termasuk pengorbanan nyawa. Pasukan Jepang yang melakukan aksi Kamikazepada Perang Dunia II, dengan menabrakkan pesawat ke kapal-kapal Amerika. Mereka bisa dianggap telah berjihad. Hanya saja, jihadnya untuk membela berhala (Kaisar Hirohito). Sedangkan Jihad Fi Sabilillah, diartikan sebagai perjuangan maksimal untuk menegakkan Kalimah Allah di muka bumi. Para ulama, mengidentikkan Jihad Fi Sabilillah dalam Al Qur’an sebagai perang melawan orang-orang kafir dalam membela agama Allah.
JIHAD adalah perkara yang suci. Ia adalah bagian dari risalah langit untuk menjaga, memelihara, dan menegakkan agama Allah di muka bumi. Jihad adalah instumen yang Allah turunkan untuk memelihara agama-Nya, melalui tangan-tangan hamba-Nya. Jihad bukan perkara baru dalam ajaran Nabi Muhammad Saw. Ia telah dikenalkan sejak Nabi dan Rasul, sebelum beliau. Musa, Harun, Danial, Dawud, Sulaiman‘alaihimus salam, dan lain-lain adalah Nabi-nabi yang pernah terjun berjihad di medan laga.
Dalam Al Qur’an, “Berapa banyaknya Nabi yang berperang bersamanya kaum Rabbani yang banyak. Mereka tidak menjadi gentar karena berbagai cobaan yang menimpanya di jalan Allah; dan tidak pula mereka menjadi lemah dan menyerah. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersabar.” (Ali Imran: 146).
Dalam riwayat diceritakan. Ada seorang Nabi yang berperang memimpin Ummatnya menghadapi orang-orang kafir. Sebelum musuh dikalahkan, ternyata matahari hampir terbenam. Padahal dalam aturan perang waktu itu, kalau matahari sudah terbenam, seluruh peperangan harus dihentikan. Maka Nabi itu segera memerintahkan matahari berhenti berputar. Dia meminta matahari tidak terbenam dulu, sampai dia dan pasukannya berhasil mengalahkan musuh.
Kedudukan JIHAD bersifat suci, luhur, mulia. Keberadaannya dibatasi oleh adab-adab Syariat. Misalnya, dalam peperangan melawan orang-orang kafir, pasukan Islam tidak boleh menghancurkan rumah-rumah ibadah, tidak boleh menghancurkan ternak, tanam-tanaman, tidak boleh menganiaya orangtua, anak-anak, dan kaum wanita. Tidak boleh mengejar musuh yang melarikan diri, tidak boleh membunuh tentara yang menyerah, berperang sesuai kesepakatan dengan musuh, dll. Hal ini menjadi bukti nyata, bahwa JIHAD bukan urusan “kacangan” yang bisa dilakukan sesuka hati. Ia benar-benar dibingkai dengan adab yang luhur.
SEKILAS HUKUM JIHAD
Disini kita perlu memahami secara ringkas hukum-hukum seputar JIHAD. Antara lain sebagai berikut:
[1] Secara umum jihad dibagi dua: jihad thalabi (jihad menyerang) dan jihad difa’i (jihad mempertahankan diri). Perang Badr. Uhud, dan Ahzab adalah masuk kategori jihad bertahan. Sedangkan perang Hunain, Fathu Makkah, perang Mu’tah, perang Yarmuk, perang Qadisiyyah, dan lain-lain adalah jihad menyerang (offensive).
[2] JIHAD menyerang tidak boleh dilakukan, melainkan di bawah komando seorang Imam kaum Muslimin di suatu negara Islam. Pengumuman jihad harus disampaikan secara terbuka, kepada masyarakat negara itu dan kepada dunia luar. Alasan jihad menyerang tidak menjadi penentu, bahkan kaum Muslimin boleh menyebarkan Islam melalui JIHAD ini. Hal itu sudah dilakukan oleh para Salafus Shalih. Khalifah Umar Ra. termasuk pemimpin Islam yang dicatat sejarah memiliki prestasi gemilang dalam menunaikan JIHAD perluasan wilayah Islam. Hanya saja, perhitungan kekuatan yang sangat cermat dibutuhkan, untuk memastikan apakah suatu negara Islam sanggup menggelar JIHAD offensive atau tidak.
[3] JIHAD untuk mempertahankan diri (defensive). Ia dibutuhkan oleh kaum Muslimin ketika menghadapi musuh-musuh yang melakukan agresi atau invasi. Baik ada atau tidak ada Imam kaum Muslimin, wajib hukumnya kaum Muslimin mempertahankan diri, agama, harta benda, kehormatan, dan kehidupannya. Dalam perang Badr, Uhud, dan Ahzab, Nabi Saw telah menunjukkan cara terbaik dalam mempertahankan diri. Begitu juga JIHAD bangsa Indonesia menghadapi kolonial Belanda dan Jepang, adalah fakta JIHAD defensive yang tidak diragukan lagi. Termasuk JIHAD bangsa Palestina, Afghanistan, Irak, Chechnya, dan lainnya. Dalam konteks pembelaan diri, hukum internasional pun mengakuinya. Salam konteks pertahanan, kita mengenal istilah “Hak Bela Negara”. Pada negara-negara tertentu, mereka malah menerapkan hukum “Wajib Militer” untuk mengantisipasi kebutuhan negara terhadap tenaga-tenaga pertahanan. Jadi mempertahankan diri itu sudah merupakan sesuatu yang lumrah, jika diserang.
[4] Ummat Islam juga mengenal istilah jihad di luar konteks perang. Ia adalah jihad berupa kesungguhan beramal di bidang apapun, dalam rangka menegakkan agama Allah di muka bumi. Seorang ustadz yang berdakwah ke pedalaman untuk mengislamkan orang pedalaman, dianggap berjihad; para aktivis yang berjuang mempertahankan nasib Ummat dari gerakan pemurtadan, juga dianggap berjihad; para ilmuwan Muslim yang sungguh-sungguh menggali ilmu, menyebarkan ilmu, menyebarkan penerangan Islami, juga dianggap berjihad; para pendidik dan kaum wanita yang sungguh-sungguh mendidik generasi Muslim, juga berjihad; para saudagar Muslim yang sungguh-sungguh berjuang memperkuat kepemilikan aset harta Ummat, juga berjihad; dan lain-lain. Hingga seorang wanita Muslimah yang melahirkan putra-putri Muslim, wanita yang menunaikan Haji dan Umrah, mereka juga dianggap berjihad. Ini adalah jihad dalam rangka pelayanan Islam, meskipun bentuknya bukan perang di medan laga.
Dalam hadits Nabi Saw. disebutkan, “Siapa yang berperang dalam rangka meninggikan Kalimah Allah (di atas kalimat-kalimat lainnya), maka dia berada Fi Sabilillah.” (HR. Bukhari-Muslim dari Abu Musa Al Asy’ari Ra).
Jika demikian, maka jelaslah bahwa JIHAD itu hanya berurusan dengan perkara-perkara yang benar, lurus, dan mulia. JIHAD tidak berhubungan dengan aksi-aksi terorisme sebagaimana yang kerap kita saksikan.




MEMAHAMI TERORISME
Menurut kamus Oxford, terror memiliki arti: A person, situation or thing that makes you very afraid (seseorang, situasi, atau sesuatu yang membuatmu sangat takut); Violent action or the threat of violent action that is intended to cause fear, usually for political purposes (aksi kekerasan atau ancaman kekerasan yang dimaksudkan untuk menimbulkan ketakutan, biasanya untuk tujuan-tujuan politik). Sedangterrorism diartikan sebagai: the use of violent action in order to achieve political aims or to force a government to act (penggunaan aksi kekerasan untuk mencapai tujuan-tujuan politik atau untuk menekan pemerintah agar berbuat sesuatu).
Dari definisi di atas dapat disimpulkan tentang karakter teror atau terorisme, yaitu: Menggunakan cara kekerasan; menimbulkan rasa takut di hati sasaran terror; dan memiliki tujuan politik tertentu.
Kalau diteliti lebih dalam, akan ditemukan perbedaan-perbedaansignificant antara JIHAD dengan TERORISME, antara lain:
+ JIHAD: Untuk menegakkan Kalimah Allah di muka bumi.
+ TERORISME: Mencoreng citra Islam di mata ummat manusia.
+ JIHAD: Dilakukan dengan alasan-alasan yang jelas. Misalnya, dalam rangka membela diri atau memperluas wilayah Islam.
+ TERORISME: Dilakukan dengan tanpa alasan yang jelas, selain penafsiran-penafsiran sepihak atas masalah-masalah politik tertentu.
+ JIHAD: Diikat oleh adab-adab yang ketat. Misalnya, jihad tidak mengarahkan sasaran ke kalangan sipil atau orang-orang lemah.
+ TERORISME: Tidak diikat oleh adab apapun, selain tujuan menghancurkan sasaran dengan cara apapun.
+ JIHAD: Diawali dengan kepastian suatu konflik antar negara. Konflik itu harus pasti dulu, baik melalui pengumuman perang, maupun melalui tindakan penyerangan yang dilakukan suatu negara agresor.
+ TERORISME: Tidak jelas kapan konflik itu resmi dimulai, dan kapan pula ia akan berakhir.
+ JIHAD: Rata-rata berhubungan dengan posisi suatu negara dalam kancah konflik politik dengan negara-negara lain.
+ TERORISME: Bisa dilakukan oleh siapapun, baik pribadi, kelompok, atau milisi-milisi tertentu.
Secara metode terorisme itu dilakukan dengan menciptakan rasa takut di hati masyarakat sipil yang tidak tahu apa-apa. Sementara JIHAD dilakukan di atas konflik yang sudah sama-sama dipahami dan tidak memiliki tujuan menciptakan rasa takut ke masyarakat sipil, namun mengalahkan musuh tertentu.


JIHAD tidak akan mati, meskipun manusia telah berkumpul dan bersepakat untuk mematikannya. Namun TERORISME bisa padam jika kita sungguh-sungguh memberantasnya, serta keadilan di muka bumi di tegakkan. Selama ini, pemberantasan terorisme lebih tampak sebagai upaya untuk menjelek-jeleknya citra Islam. Di sisi lain, terorisme ingin diberantas, tetapi alasan-alasan bagi munculnya terorisme itu tidak pernah diberantas. Kezhaliman terjadi merajalela dimana-mana. “Tegakkan keadilan di tengah-tengah masyarakat dunia, maka terorisme tidak akan muncul dalam segala bentuknya!!!
Wallahu A’lam bisshawaab.

Posted & copy by Bersama Kepimpinan Ulama'(poklan58.blogspot).

Saturday, 3 August 2013

POLITIK DALAM ISLAM


Politik dan Islam tidak dapat dipisahkan, justeru ia adalah sebahagian daripada cara hidup manusia.  Namun politik yang bagaimana?  Ini yang menjadi persoalan.  Sebahagian daripada pejuang Islam sendiri kabur dengan makna dan kehendak politik sebenarnya.  Mereka terikut-ikut dengan aliran politik barat dan mengharapkan Islam dapat ditegakkan dengan cara itu.  Malah mereka marah jika ada pejuang Islam lain yang tidak mahu terjebak dengan perangkap musuh-musuh Islam melalui bidang politik tajaan orang-orang kafir. 
Mengapa ini terjadi? Ini disebabkan umat Islam tidak pernah didedahkan kepada  satu bentuk politik yang bersih, kuat dan stratejik.  Kini sudah tiba masanya kita mendedahkan apa itu politik Rasulullah dan bagaimana matlamat serta perlaksanaannya.  Jarang benar ketokohan Rasulullah SAW ditonjolkan dalam bentuk bagaimana  baginda berpolitik untuk menaikkan Islam di tengah jahiliah.  Bagaimana ia  memproses peribadi-peribadi yang dulunya menentang Islam?  Ke arah cinta dan sanggup mati kerana Islam.  Jika rahsia ini terserlah, ertinya semakin cerahlah jalan ke arah mencontohi Rasulullah sebagai ahli politik. 
Politik ialah bagaimana hendak mentadbir manusia mengikut jalan dan matlamat yang telah ditentukan.  Politik Islam bercita-cita untuk mendidik dan membawa manusia supaya mempunyai kesedaran, kefahaman, penghayatan dan seterusnya dapat menegakkan kalimatullah di seluruh bidang kehidupan.  Ini dibuat melalui saranan, contoh tauladan, memberi pimpinan dan lain-lain cara yang dibolehkan oleh syariat.  Tujuannya agar semua manusia terhindar daripada Neraka dan dapat masuk ke dalam Syurga. 
Jadi, inilah garis politik Rasulullah.  Dan di bidang ini tiada siapa yang dapat menandingi baginda.  Rasulullah SAW tidak memimpin secara politik demokrasi, secara diktator atau pun secara autokrasi.  Dengan kefahaman yang tinggi tentang jiwa, akal, dan perasaan manusia, Rasulullah SAW telah berjaya memimpin secara fitrah.  Maksudnya, Rasulullah SAW membawa manusia ke jalan yang diyakininya tanpa paksaan dan tekanan.  Ia mampu memindahkan hasrat yang terpendam dilubuk hatinya menjadi hasrat orang lain.  Ertinya politik Rasulullah ialah politik dari hati ke hati. 
Allah berfirman: 
"Tiada paksaan dalam agama, sesungguhnya telah nyata kebenaran daripada kesesatan."



Atas dasar ini, Rasulullah SAW berjaya menawan jiwa manusia dan daripada situlah seluruh harta, tenaga dan nyawa pengikut-pengikutnya diserah bulat-bulat untuk Islam. 
Di antara fitrah semulajadi manusia ialah mahu pandangannya dihormati dan dihargai.  Rasulullah sedar hakikat ini.  Oleh itu apabila Rasulullah berhadapan dengan ahli ekonomi seperti Abd Rahman bin Auf, yang minat serta kecenderungannya di bidang perniagaan, beliau memupuk bakat itu supaya terus subur dan berkembang.  Akhirnya Abdul Rahman Bin Auf pun menjadi pengusaha yang berjaya. 
Bila Rasulullah SAW berhadapan dengan pakar di bidang ketenteraan seperti Khalid Al Walid, maka semangat perwiranya terus disuburkan ke arah jihad fisabilillah, kebalikan daripada semangat Assobiyah (Nasionalisma).  Bila baginda berhadapan dengan ahli fikir, pakar strateji dan kepala perancang seperti Umar IbnulKhattab, maka Rasulullah SAW terus mendorong ke arah bagaimana untuk menggunakan kepakaran itu buat kemenangan dan kejayaan Islam.  Oleh itu setiap individu di kalangan para sahabat akan rasa dihargai kerana bakat dan kelebihan semulajadinya berperanan dalam perjuangan Islam. Seorang buruh, petani, peniaga, pentadbir dan semua lapisan masyarakat telah disusun oleh Rasulullah SAW dalam satu barisan  yang mempunyai kegunaan dan peranan masing-masing. Atas dasar ini, jika ada gerakan Islam  yang menumpukan perhatian mereka kepada golongan 'elit' dan 'intelek' sahaja, perjuangan mereka sebenarnya telah menyimpang daripada sirah Rasulullah SAW.! 
Mari kita lihat secara dekat bagaimana individu-individu (yang mempunyai berbagai-bagai kepakaran) itu dapat diubah daripada membina jahiliyah (dengan kelebihan-kelebihan itu) kepada membina Islam. Sebelum para sahabat diajak menegakkan Islam melalui bidang masing-masing, Rasulullah terlebih dahulu menanam iman di dalam jiwa mereka.  Agar dengan itu mereka akan menjadi orang yang cintakan hidup akherat, rindu dengan syurga, gerun dengan neraka dan kasih sayang sesama Islam.  Keadaan daripada penanaman iman dan tauhid di dalam hati individu-individu itu, maka lahirlah peribadi-peribadi yang telah berubah wataknya.  Dari watak yang bengis dan kejam kepada kasih sayang dan pemaaf.  Daripada seorang yang pembohong, jahil dan mengutamakan hawa nafsu kepada seorang yang jujur, berilmu dan menegakkan hukum Allah. 
Tegasnya, Rasulullah SAW telah berjaya menukar mereka yang dulunya menyembah berhala kepada menyembah Allah.  Mereka yang dulunya terbiar, hidup dalam perhambaan dan terasuh dengan jalan yang salah oleh para pemimpin jahiliyyah kepada satu cara hidup dan perjuangan  di mana bakat semulajadi terus dipupuk dan dibajai. 
Daripada  penanaman iman ini lahirlah ahli fikir yang agung sedangkan dahulu ia adalah peminum arak.  Lahirlah pentadbir-pentadbir yang cekap sedangkan dahulunya mereka adalah golongan bawahan yang tertindas.  Individu-individu yang dulunya diperhambakan oleh hawa nafsu kini menjadi panglima perang yang gigih berperang menentang orang kafir dan menjadi abid yang sentiasa berzikir.  Inilah hasil siasah Rasulullah SAW. 
Soalnya sekarang, bagaimana Rasulullah SAW menanam Iman ke dalam jiwa para sahabat?  Bagaimana Rasulullah berjaya menukar watak-watak jahiliyyah kepada peribadi mukmin sekaligus dapat menggunakan bakat-bakat mereka untuk Islam?  Jawabnya, melalui dakwah dan tarbiah.  Untuk itu Rasulullah SAW datang ke tengah masyarakat dengan menyebarkan ilmu pengetahuan, memberi tunjukajar yang baik, lunak dan menarik, bijaksana, berakhlak serta membina model masyarakat yang disarankan melalui amal makrufat yang memberi menafaat kepada masyarakat. 
Dengan ini secara otomatik Islam akan diyakini sebagai cara hidup yang terbaik untuk mengatur kehidupan manusia.  Islam nescaya diterima sepenuhnya untuk mengatur dan menguruskan harta, perniagaan sawah ladang, keluarga, kampung halaman,  negeri, negara dan dunia seluruhnya. 
Apabila Islam diterima untuk mengatur kehidupan maka terbuktilah keindahan dan kegagahannya.  Bidang ekonomi ditadbir penuh jujur, cermat, cekap dan mendapat keuntungan yang lumayan .  Begitu juga di bidang pertanian, tanaman dan penternakan mendapat  hasil yang berkat oleh tangan petani yang beriman. Kampung ditadbir oleh ketua-ketua yang bijaksana sehingga terbinalah kampung seperti mana yang disifatkan oleh Allah Taala di dalam Al Quran: 
"Jikalau penduduk-penduduk satu kampung beriman kepada Allah dan bertakwa nescaya sesungguhnya Kami (Allah)akan bukakan ke atas mereka itu keberkatan daripada langit dan bumi." 
Begitu juga , Rasulullah SAW berjaya menghasilkan pentadbir-pentadbir peringkat negara sehingga tertegaklah apa yang difirmankan Allah: 
"Negara makmur yang mendapat keampunan Tuhan." 
Ini lah rahsia politik Rasulullah.  Bermula dengan tapak dakwah dan tarbiah yang menanamkan iman didalam hati sanubari setiap individu, sehinggalah keyakinan kepada ALlah, rasul dan hari akherat tergambar dalam sikap dan tindakan.  Tahap kedua ialah memupuk bakat dan kelebihan semulajadi yang ada pada individu-individu yang beriman itu dan mula mengatur bidang-bidang yang sesuai supaya bakat mereka terus berperanan.  Akhirnya mulalah satu bentuk kehidupan Islam yang menyeluruh dapat dilihat dan dirasakan oleh masyarakat.  Kemudian dengan sendirinya Islam akan diakui sebagai satu-satunya agama yang mampu mengatur hidup manusia. Ertinya politik Islam bermula daripada mentadbir diri, keluarga kemudian membina cara hidup Islam di seluruh aspek kehidupan samada di bidang  pertanian, perniagaan, perubatan, pendidikan dan akhirnya sampailah ke peringkat mengatur negara dan dunia! 
Bentuk politik yang beginilah yang wajib ada dalam gerakan Islam. Dan siapa yang menolaknya, ertinya ia telah memisahkan agama daripada politik.  Politik tidak boleh difahami secara dangkal mengikut kefahaman setengah-setengah pihak.  Politik bukanlah sekadar mengundi dalam pilihanraya "ala-demokrasi" Barat, bukan sekadar mendaftar sebagai anggota mana-mana pertubuhan politik atau sekadar mahu dan bercita-cita untuk menjadi anggota parlimen dan lain-lain lagi.  Jika fahaman-fahaman ini masih berakar umbi dalam kepala kita...ini  bererti kefahaman politik kita masih sekular, masih politik yang terpisah dari agama yang pada hakikatnya masih jauh daripada politik Rasulullah SAW. 



Secara terus terang kita ingin bertanya, adakah ahli-ahli politik beragama Islam sekarang mengikut jejak politik Rasulullah? Tidak ! Tidak ! Kebanyakan ahli politik pada hari ini mencedok bulat-bulat politik demokrasi Barat yang penuh dengan rebutan kuasa, guling mengguling dan tidak pernah sunyi dengan pertarungan sesama sendiri.  Mengapa ini terjadi? Ini disebabkan politik Barat mempunyai satu matlamat iaitu kuasa.  Dengan kuasa mereka yakin dapat mengatur hidup manusia mengikut lunas-lunas ideologi yang mereka yakini.  Kapitalis dahagakan kuasa untuk melagang cara hidup kapitalis, pemuja faham sosialis inginkan kuasa untuk menyusun masyarakat berdasarkan cara hidup sosialis... tetapi Islam tidak menganggap kuasa sebagai satu-satunya jalan untuk menegakkan cara hidup Islam. Ertinya pejuang Islam tidak perlu mencontohi pejuang Nasionalis, kapitalis, sosialis, kominis yang menganggap kuasa adalah penentu segala-galanya. 
Atas dasar ini, politik Rasulullah SAW bukan politik yang bertujuan untuk mendapat kuasa. Rasulullah berjuang terhadap orang kafir bukan hendak meruntuhkan kuasanya, tetapi hendak meruntuhkan akidah dan keyakinan yang karut marut dalam jiwa mereka.  Mereka boleh duduk pada tempat masing-masing . Bila akidah dan keyakinan berubah, berubahlah akhlak, sikap dan pentadbiran.  Sejarah telah membuktikan kejayaan politik Rasulullah ini, Khalid Al Walid pada masa jahiliyyah adalah panglima tentera yang menggugat tentera Islam, manakala beliau memeluk Islam, beliau tetap dikekalkan sebagai panglima tentera.  Saidina Umar, pada masa sebelum Islam adalah seorang pembesar Quraisy, manakala memeluk Islam, beliau tetap dianggap Rasulullah SAW sebagai pembesar juga. Begitulah juga yang berlaku kepada saudagar besar dan ketua-ketua suku Arab seperti Abdul Rahman bin Auf, Abu Sufian, Amru Al As dan lain-lain lagi.  Mereka tetap duduk dan terus berperanan dengan bakat masing-masing...cuma hati dan jiwa sahaja yang telah diubah! 
Alangkah baiknya jika siasah Rasulullah SAW ini dicontohi oleh para pejuang Islam sepanjang zaman, iaitu dengan menawan hati bukan menawan kerusi, 
mengubah jiwa bukan merampas kuasa. 
Malangnya ini tidak berlaku.  Bahkan ada pihak yang bertanya, adakah akan berjaya jika kita mengikut siasah Rasulullah?  Sampai bila kita harus menunggu untuk menawan hati dan mengubah jiwa manusia? Soalan-soalan ini jelas menunjukkan 
sikap gopoh, tidak faham dan lemah jiwa. 
Jika orang bertanya,  akan berjayakah kalau kita ikut cara Rasulullah berpolitik? 
Soalan ini samalah seperti kita bertanya adakah kita akan berjaya jika kita mengikut Rasulullah di bidang perniagaan?  Jawabnya,  Rasulullah memang berjaya.  Tidak ada catitan sejarah yang menunjukkan Rasulullah "bangkrup" dalam perniagaannya, sedangkan selama kita mengikut sistem perniagaan dan ekonomi Barat berapa ramai yang jatuh muflis? Berapa banyak hutang negara kita?  Berapa ramai taukeh-taukeh besar bertukar menjadi banduan sekelip mata?  Berapa banyak tanah yang dicagar di bank tergadai? Inilah jawapan kepada orang yang mahu mempertahankan sistem ekonomi Barat. 
Dan inilah juga yang akan menimpa jika kita terus menafikan sistem politik Rasulullah.  Kejayaan Rasulullah di bidang siasah telah jelas dan siapa yang menurut jejak langkahnya, InsyaAllah akan turut berjaya.  Tanpa bersusah-susah memerah otak untuk mencari punca krisis politik yang menimpa dunia hari ini, akui sahajalah kerana kita menolak sistem politik Rasulullah. 
Sukarno terperangkap dengan permainan politiknya sendiri dan akhirnya mati sebagai tahanan di dalam rumahnya sendiri. Benn Bella digulingkan dan disumbatkan di dalam penjara.  Sadat ditembak dan mati terhina di muncung senjata perajuritnya sendiri.  Dan ramai lagi pemimpin-pemimpin Islam yang telah, sedang dan akan jatuh terhina akibat berpolitik cara Barat iaitu cara politik yang menyalahi sunnah Rasulullah SAW. 
Malah pejuang-pejuang Islam yang benar-benar ingin menegakkan Islam tetapi masih menerima jalan politik Baratpun, turut terhina dengan kekalahan memanjang..... 
Politik berpilihanraya ala-barat bukanlah politik yang dicetuskan oleh sunnah.  Cara ini menyeret orang yang tidak tahu menahu dalam pemerintahan seperti orang kampung, para petani, para nelayan ke kancah politik yang penuh tipu daya dan putar belit..... 
Memang mereka boleh berhujah dengan kata-kata, "Politic is not dirty, but politicians make it dirty," tetapi kita tidak pernah melihat kejujuran dihargai dalam politik.  Memang ada ahli politik yang jujur, tetapi politik bukanlah satu medan yang mana orang jujur boleh bertahan lama!! 
Sebab itu kita ingin menyatakan bahawa," Politic is a dirty game, the politicians make it dirtier," Sudah lumrah mengikut falsafah politik barat, matlamat menghalalkan cara.  Sedangkan mengikut politik Islam, matlamat yang benar mesti diperjuangkan mengikut jalan yang benar.  Dan Islam menolak jalan perjuangan yang salah walaupun cita-cita dan matlamatnya baik. 
Inilah politik barat.  Satu bidang yang memang ada jurang yang dirancang di hujungnya.  Mahu tidak mahu, kita "terpaksa" jatuh ke dalamnya. Oleh itu kita mesti menolak 100% matlamat, kaedah dan apa saja yang berkaitan dengannya.  Menerimanya bererti menjemput kehinaan.  Bertolak ansur dengannya bererti rela menerima kemusnahan.  Sekarang timbul persoalan,  siapakah ahli siasah yang sebenarnya? 
Ahli siasah yang sebenarnya ialah dia yang dapat merancang, bertindak dan berjuang menegakkan Islam dalam apa keadaan sekalipun.  Rasulullah adalah 'Bapa Politik Islam'.  Baginda dapat mencari ruang di celah-celah asakan jahilyyah untuk menegakkan Islam.  Rencananya dapat menembusi dinding Darul Nadwah, "Parlimen" orang Arab  jahiliyyah dan berjaya menukar orang yang pernah duduk di kerusi Darul Nadwah menjadi "orang penting" dalam pemerintahan Islam. Sebab itu bukanlah mustahil jika ada pejuang Islam yang mampu mengubah tokoh-tokoh politik yang sedang berkuasa sekarang kepada cara pemerintahan dan pentadbiran Islam.  Sekali lagi, kita katakan....Ini tidak mustahil!!! 
Tetapi kenyataan ini akan menimbulkan isu kontravesial terutamanya di kalangan parti-parti politik yang bercorak Islam.  Apa yang dilakukan oleh parti-parti ini bukanlah hendak menawan hati lawannya dengan menanam iman dan takutkan Allah, tetapi hendak menawan kedudukan dan kerusi-kerusi kebesaran mereka.  Sebab itu tidak hairanlah jika datang tentangan yang hebat dari lawan mereka dan timbul tuduhan-tuduhan daripada masyarakat Islam yang mengatakan mereka inginkan pangkat dan kedudukan, bukan hendak meninggikan syariat Islam. 
Lebih-lebih lagi , parti-parti politik ini suka mencari kesalahan parti musuhnya, kemudian ditelanjangkan di khalayak ramai.  Ini bukan cara politik Rasulullah dan ini menyimpang terus dari ajaran Islam.  Jika kita terus menerus mengamalkan cara ini, percayalah, perjuangan kita tidak akan sampai ke mana, orang semakin hari semakin lari dan benci kepada kita.  Akibat daripada ini, kita tuduh masyarakat lari dari Islam, walaupun yang sebenarnya mereka lari daripada kita.  Sebaliknya di pihak masyarakat pula , mereka menganggap Islam itu ganas, kasar dan menyusahkan sedangkan yang sebenarnya ahli politik itulah yang bersikap demikian, bukan ajaran Islam! 
Pengalaman-pengalaman yang kita telah alami, terutamanya peristiwa-peristiwwa pahit yang melanda masyarakat Islam akibat perebutan kuasa sepatutnya telah lama mengajar kita bahawa inilah masa yang paling sesuai untuk kembali kepada sistem politik Rasulullah.  Masyarakat sepatutnya dapat menilai politik yang mana yang dapat memberi kebahgiaan dan keamanan untuk negara.  Apakah kita masih mahu mempertahankan sistem politik yang menimbulkan huru-hara?  Atau mulai saat ini kita menerima politik Rasulullah yang telah terbukti berjaya?  Terpulanglah kepada masyarakat menimbangkannya.


Posted & copy by Bersama Kepimpinan Ulama'(poklan58.blogspot)

BAGAIMANA SENINYA DAKWAH RASULULLAH



Sabda Rasulullah SAW “Manusia yang paling dikasihi Allah ialah orang yang memberi manfaat kepada orang lain dan amalan yang paling disukai oleh Allah ialah menggembirakan hati orang-orang Islam atau menghilangkan kesusahan daripadanya atau menunaikan keperluan hidupnya di dunia atau memberi makan orang yang lapar. Perjalananku bersama saudaraku yang muslim untuk menunaikan hajatnya, adalah lebih aku sukai daripada aku beriktikaf di dalam masjid ini selama sebulan, dan sesiapa yang menahan kemarahannya sekalipun ia mampu untuk membalasnya nescaya Allah akan memenuhi keredhaannya di dalam hatinya pada hari Qiamat, dan sesiapa yang berjalan bersama-sama saudaranya yang Islam untuk menunaikan hajat saudaranya itu hinggalah selesai hajatnya nescaya Allah akan tetapkan kakinya(ketika melalui pada hari Qiamat) dan sesungguhnya akhlak yang buruk akan merosakkan amalan seperti cuka merosakkan madu.” (Hadis Riwayat Ibnu Abi Dunya)
Perjuangan Islam itu sangat seni. Bukan semua orang nampak, sebab itu umat Islam huru hara di dunia ini. Berani sudah ada, usaha gigih, mana ada umat Islam tak berjuang? Semua gigih berjuang, ramai pula, tapi mana ada kejayaan? Makin hina sebab berjuang tidak ada seni. Sikit-sikit nak tembak orang, hennak mengata orang, itu bukan seni.
Islam itu halus dan berseni. Contohnya dengan dakwah boleh boleh mengetuk fitrah orang, boleh orang senang hati,tengok sahaja sudah jatuh hati. Itulah watak benda yang seni. Kalau kita berjuang tidak berseni, macam kita dengar orang pukul besi, dengar sahaja tidak larat, fikiran perasaan serabut pasal tidak seni. Berjuang yang tidak seni seperti pukul pahat sana sini, akhirnya sakit jiwa.

Islam itu seni. Mari kita lihat bagaimana seninya Rasulullah SAW,
Kisah 1 :
Satu hari baginda bawa Sayidina Umar. Rasulullah tahu Umar ini siapa. Umar ini berani, jiwa kuat, sebelum masuk Islam sudah pernah bunuh orang.
Satu hari Baginda mengajak Umar pergi tengah padang pasir, Rasulullah bawa ke satu lembah, wadi. Di situ ada bangkai unta, kuda, kambing, kepala manusia pun ada, tengkorak manusia pun ada.
Rasulullah kata, “Hai Umar apa kau lihat di sini, ini tempat busuk, bangkai binatang ada, manusia pun ada. Dulu mana ada undang bunuh, tangkap, bicara mana ada, bunuh campak sahaja”.
Bila Sayidina Umar lihat ada bangkai binatang dan manusia di situ, dia berkata pada Rasulullah,
“Ini bangkai wahai Rasulullah, campur antara bangkai manusia dan binatang”.
Rasulullah jawab, “inilah hakikat dunia, orang buru dunia senasib dengan yang kena buru”.
Ini seni. Mana ada tok guru yang ajar begini, kalau di masjid tok guru sekadar bersyarah, mana ada tok guru bawa murid lihat bangkai dan bersyarah depan bangkai tentang dunia?
Kisah 2 :
Berlaku juga di zaman Rasululah, orang-orang badwi yang baru peluk Islam, orang badwi ini tidak faham adab, tidak bertamaddun, walaupun dia masuk Islam tapi banyak lagi yg dia tidak faham. Satu hari dia berada di masjid, dia kencing dalam masjid. Rasulullah ada sahabat-sahabat pun ada. Walaupun badwi itu juga seorang sahabat tapi dia baru dididik.
Sahabat-sahabat yang lain apabila melihat keadaan itu naik berang juga, sedangkan wahyu belum sempurna, sahabat ikut apa yg turun waktu itu. Banyak yang mereka tidak tahu lagi, sebab itu ada sahabat yang marah, sahabat nak bertindak. Tapi Rasulullah kata, “Tidak apa, biarkan“. Kemudian Rasulullah yang cuci najis, buang, basuh, semua.
Itukan seni. Rasulullah SAW tidak marah, jadi sahabat-sahabat lain yang menyaksikan perbuatan Rasulullah itu rasa malu. Rasulullah bukan sahaja tidak marah malah tolong basuhkan pula.
Sahabat-sahabat lain pun terdidik sama dan yang terkencing itu pun turut insaf. Rasulullah tidak marah, dia basuh. Jadi kedua-duanya terdidik. Sahabat menjadi tahu teknik berdakwah, yang terkencing itu insaf.
Sebenarnya Islam itu seni, kalau tidak seni orang tidakkan boleh ikut.
Kisah 3 :
Satu hari Rasulullah bawa duit 2 dirham, baginda ke pasar. Di tengah jalan jumpa budak sedang menangis, rupanya dia adalah hamba pada seorang perempuan. Bila lihat budak itu menangis Rasulullah tanya mengapa.
Budak itu jawab, “Saya dibekalkan oleh tuan saya duit 2 dirham nak beli sesuatu, tapi duit itu dah hilang, itu yang saya takut. Biasanya kalau saya salah kena pukullah”.
Bila mendengarnya Rasulullah pun terus bagi duit pada budak itu. Setelah selesai membeli belah budak itupun balik, di tepi jalan Rasulullah jumpa lagi budak itu menangis lagi.
Lalu Rasullah bertanya, “Mengapa menangis? Bukankah saya sudah beri duit?”
Budak itu menjawab, “Tadi saya menangis kerana hilang duit, yang menangis kali ini kerana saya terlewat nak balik, biasanya kena marahlah”.
Lalu Rasullah berkata, “Kalau begitu tak apalah, saya hantar”.
Lalu Rasulullah pun hantarlah. Bila tuan dia tengok Rasulullah, dia pun malulah hendak marah pada hambanya.
Itulah contoh seni di dalam berdakwah yang dibawa panduan oleh Rasulullah SAW.

Posted & copy by Bersama Kepimpinan Ulama'(poklan58.blogspot) 3.8.13


Islam, Jihad, dan Keganasan



Jihad: salah satu konsep yang paling disalah faham dalam Islam
oleh M. Amir Ali, Ph.D.
"Islam" dan lain-lain pelbagai istilah dan konsep Islam terlalu salah faham di Barat.Islam tidak dapat mencari sesiapa untuk menyalahkan tetapi diri mereka sendiri kerana (a) mereka telah gagal untuk hidup oleh penyewa Islam di zaman kita, dan (b) mereka telah gagal untuk menggalakkan kefahaman Islam di Barat melalui projek-projek jangkauan. Risalah ini merupakan satu cubaan merendah diri untuk menjelaskan secara ringkas terma-terma yang diberikan dalam tajuk. Institut Maklumat & Pendidikan Islam (III & E) telah menerbitkan hampir lima puluh risalah dan beberapa artikel untuk mempromosikan kefahaman Islam di kalangan orang Islam dan bukan Islam sama-sama. Sila menulis kepada III & E atau layari laman web mereka untuk maklumat lanjut.
Beberapa Terma Islam
Islam: bermakna komitmen untuk hidup dengan aman melalui penyerahan kepada kehendak Tuhan (Allah).
Muslim: adalah orang yang membuat komitmen untuk hidup dengan aman melalui penghambaan kepada Allah.
Jihad: bermaksud "perjuangan" dan "berusaha" terhadap pemikiran jahat, tindakan jahat dan pencerobohan terhadap seseorang, keluarga, masyarakat atau negara.Jihad boleh menjadi "perang wajar", meminjam istilah Kristian.
Mujahid: adalah orang yang terlibat dalam Jihad demi Allah mengikut Al-Quran (buku sumber Islam untuk panduan) dan Sunnah (ajaran Nabi Muhammad (saw) Mujahidin adalah jamak dari Mujahid..
"Keganasan Islam": Tiada frasa atau apa-apa tempoh dalam buku sumber Islam Al-Quran atau Sunnah dan tidak mempunyai tempat di dalam Islam.
Sunnah: Sunnah adalah cara yang digemari Nabi Muhammad yang termasuk ajarannya. Sumber-sumber As-Sunnah adalah sahih Hadith (laporan kata-kata, perbuatan dan kelulusan Nabi) koleksi.
Maksud Sebenar "Jihad"
Jihad biasanya dikaitkan dengan Islam dan orang Islam, tetapi pada hakikatnya, konsep Jihad terdapat dalam semua agama termasuk agama Kristian, Yahudi dan ideologi politik / ekonomi, seperti, Kapitalisme, Sosialisme, Komunisme, dan lain-lain Islam mentakrifkan jihad sebagai berusaha dan berjuang untuk penambahbaikan serta berjuang kembali untuk mempertahankan diri sendiri, maruah, harta dan tanah air. Juga, Jihad adalah ditafsirkan sebagai perjuangan menentang kejahatan, dalaman atau luaran seseorang atau masyarakat. Jihad dalam Islam, bermakna melakukan mana-mana atau semua tetapi tidak terhad kepada yang berikut:
Belajar, mengajar, dan mengamalkan Islam dalam semua aspek kehidupan seseorang pada setiap masa untuk mencapai pendidikan yang tertinggi dan terbaik untuk manfaat diri sendiri, keluarga dan masyarakat.
Menjadi utusan Islam di mana-mana, dalam setiap tingkah laku dan tindakan.
Melawan kejahatan, salah laku, dan ketidakadilan dengan kuasa semua seseorang dengan tangan (tindakan) seseorang, dengan lidah seseorang (ucapan), atau sekurang-kurangnya dengan hati (doa) seseorang.
Menyahut seruan untuk Jihad dengan wang, usaha, kebijaksanaan dan kehidupan, namun, tidak pernah melawan saudara Muslim, sebuah negara Islam, atau masyarakat bukan Islam yang menghormati perjanjian dan tidak menyorokkan reka bentuk agresif terhadap Islam atau orang Islam.
Bunuh diri di bawah mana-mana alasan tidak dibiarkan sebagai Jihad di dalam Islam.
Menukar orang Islam dengan kekerasan atau paksaan tidak pernah Jihad tetapi satu jenayah yang boleh dihukum oleh undang-undang.
Konsep lelaki Islam bergegas keluar untuk membunuh diri sendiri untuk mendapatkan "70 dara menari" di dalam syurga, adalah benar-benar agak bodoh.
Hakikatnya adalah, "ahli Syurga" yang disebut sebagai tulen dan banyak atas apa-apa yang kita boleh bayangkan di bumi, untuk menunjukkan kepada kita mereka sentiasa "dara" dan tidak "menyentuh" ​​oleh lelaki atau syaitan.
Perkataan "kekal dara" walaupun dalam bahasa Inggeris, perlu memberi sesiapa pemahaman ini tidak seperti apa yang kita telah dikenali di bumi.
Tidak ada tersilap makna di dalam bahasa Arab untuk kesucian dan tidak bersalah sahabat ini.
Tahap Jihad
Satu perjuangan peribadi dalam diri seseorang untuk mengemukakan kepada Allah, memerangi kejahatan dalam diri seseorang, mencapai standard yang lebih tinggi moral dan pendidikan - Inner Jihad.
Jihad menentang kejahatan, ketidakadilan dan penindasan dalam diri keluarga, dan masyarakat - Social Jihad.
Jihad terhadap semua yang menghalang umat Islam dari perhambaan kepada Tuhan (Allah), orang-orang dari mengetahui Islam, mempertahankan masyarakat Islam (negara), hukuman terhadap kezaliman, dan / atau apabila orang Islam dikeluarkan dari tanah air mereka dengan kekerasan - Jihad fizikal atau perjuangan bersenjata.
Al-Quran mendefinasikan Jihad fizikal sebagai tahap tertinggi Jihad bahawa seseorang itu boleh melaksanakan. Ganjarannya adalah syurga yang kekal abadi.Islam juga tahu bahawa semua manusia bertanggungjawab untuk apa yang telah mereka lakukan dalam kehidupan mereka di bumi ini. Islam akan ditanya mengenai apa yang mereka lakukan dengan kehidupan mereka dan tahap penyerahan kepada Allah pada hari kiamat.
Adakah Jihad bermakna Perang Suci?
Dalam Islam, tidak ada perkara seperti peperangan suci. Istilah ini telah dijana di Eropah semasa Perang Salib dan perang mereka terhadap umat Islam. Islam mengiktiraf orang-orang Yahudi dan Kristian sebagai "Ahli Kitab" kerana mereka semua mengikuti Nabi Ibrahim, percaya kepada Musa dan Isa 'ajaran. Untuk beberapa abad, umat Islam secara aman wujud bersama dengan Kristian, Yahudi, dan orang-orang agama lain, mengekalkan, perniagaan, perjanjian politik dan ekonomi sosial. Islam menghormati semua manusia dan agama selagi tidak ada penindasan agama, melarang umat Islam daripada berkhidmat Allah, menghalang orang lain daripada belajar tentang Islam, dan tidak menghormati perjanjian. Untuk maklumat lanjut mengenai topik Jihad melihat risalah Jihad Dijelaskan atau permintaan risalah # 18 daripada III & E, penerbit artikel ini.
Yang diberi kuasa untuk memanggil jihad sebagai perang?
Jihad mesti dilakukan mengikut peraturan Islam dan peraturan-peraturan dan hanya untuk kepentingan atau dalam perkhidmatan Allah. Jihad fizikal atau tentera mesti dipanggil oleh pihak berkuasa Muslim, seperti, presiden atau ketua negara Islam selepas rundingan kerana dengan kepimpinan dipelajari.
Apa Adakah Katakanlah Islam mengenai Keganasan?
Istilah "keganasan" tidak wujud dalam Al-Quran atau ajaran Nabi Muhammad. Jika istilah "pengganas atau keganasan" yang berasal dari kata kerja yang digunakan dalam al-Quran, seperti 05:33 yang menerangkan tindakan pengganas "Islam", ia adalah kutukan dan menetapkan hukuman yang paling teruk. Islam adalah agama dan cara hidup yang tidak politik berasingan daripada agama. Islam adalah agama rahmat, perpaduan dan yang paling penting berdamai dengan diri sendiri dan lain-lain, untuk mempertahankan bukan untuk berperang. Allah berfirman di dalam Kitab-Nya Al-Quran:

"Allah tidak melarang kamu daripada menunjukkan kebaikan dan berurusan adil dengan orang-orang yang tidak memerangi kamu tentang agama dan tidak memerangi kamu keluar dari rumah anda, anda perlu berbuat baik dan berlaku adil dengan mereka. Allah mengasihi hanya peniaga." [ Noble Quran 60:8]

"Dan perangilah di jalan Allah terhadap orang-orang yang memerangi kamu, tetapi tidak memulakan pencerobohan, kerana Allah tidak suka kepada orang yang melampaui batas." [Noble Quran 2:190]

"Jika mereka meminta perdamaian, maka mendapatkan anda ketenangan dan kepercayaan kepada Tuhan kerana Dia Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui."[Noble Quran 8:61]

"Dan janganlah kebencian orang lain membuat anda mengelakkan keadilan Jadilah adil itu lebih hampir kepada takwa dan bertakwalah kepada Allah, kerana sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dengan mendalam akan apa yang kamu lakukan.". [Noble Quran 5:08]

"Tetapi (ingat bahawa usaha at) siksa jahat boleh juga menjadi jahat: oleh itu sesiapa yang memaafkan (musuh beliau) dan berdamai, maka balasannya terserah kepada Allah; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang melampaui batas." [Al-Quran Mulia 42 : 40]

"Perbuatan yang baik dan perbuatan yang jahat tidak sama. Tolaklah kejahatan dengan cara yang lebih baik, maka sesungguhnya Dia antara mereka dan kamu ada permusuhan, (akan menjadi) seolah-olah dia adalah seorang sahabat karib. [Al-Quran Mulia 41 : 34]

Antara ajaran Nabi Muhammad saw (Sunnah)
Beliau dilarang tentera Islam dari membunuh wanita, kanak-kanak dan warga tua, atau memotong pokok sawit, dan beliau menasihatkan mereka, "tidak mengkhianati, jangan berlebihan, tidak membunuh anak yang baru lahir."
"Sesiapa yang telah membunuh seorang yang mempunyai perjanjian dengan umat Islam tidak boleh bau aroma syurga, walaupun wangiannya ditemui untuk jangka masa empat puluh tahun."
"Kes pertama yang akan diputuskan di antara manusia pada hari kiamat akan menjadi orang-orang pertumpahan darah." Membunuh adalah dosa utama yang kedua di dalam Islam.
"Sesungguhnya darah, harta anda, dan kehormatan anda dicabul."
"Ada ganjaran untuk kebaikan yang ditunjukkan kepada setiap haiwan hidup atau manusia."
Islam dan Hak Asasi Manusia
Al-Quran dan Sunnah menggalakkan umat Islam untuk menghormati nyawa dan harta benda daripada semua manusia.
Dalam Negara Islam hak ini dianggap suci, sama ada seseorang itu beragama Islam atau tidak.
Islam melindungi kehormatan, melarang orang lain menghina, dan / atau membuat menyeronokkan daripada mereka.
Islam menolak individu-individu tertentu atau negara-negara yang digemari kerana kekayaan mereka, kuasa, dan / atau bangsa.
Semua orang Islam percaya bahawa Allah menciptakan semua manusia bebas dan sama rata, hanya untuk dibezakan antara satu sama lain atas dasar Tuhan-kesedaran atau taqwa dan tidak atas dasar bangsa, warna kulit atau kaum.
Islam adalah agama praktikal yang menghormati semua manusia dan ia diturunkan untuk semua manusia. Mesejnya ialah keamanan dan penyerahan kepada Allah.Umat ​​Islam percaya dalam semua nabi yang disebut dalam Alkitab, dan Al-Quran. Al-Quran berkongsi banyak ajaran moral Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Ketiga-tiga agama-agama (dan buku-buku mereka) telah diasaskan pada ayat-ayat oleh Allah Maha Esa, Allah. Untuk maklumat lanjut mengenai topik ini, sila lihat risalah Hak Asasi Manusia Dalam Islam atau meminta risalah # 7 dari III & E, penerbit artikel ini.
Jihad dalam Alkitab
Mari kita lihat apa Alkitab telah mengatakan tentang Jihad dalam pengertian perang dan keganasan. Ayat-ayat berikut adalah dari Bible, New International Version (NIV), 1984
"Jangan benarkan ahli sihir untuk hidup. Sesiapa yang mempunyai hubungan seks dengan haiwan mesti dihukum mati. Sesiapa pengorbanan untuk tuhan yang lain daripada Allah harus dimusnahkan." [Keluaran 22:18-20]
"Ini adalah apa yang TUHAN, Allah Israel, berkata: 'setiap tali seorang lelaki pedang untuk pasukannya Kembali dan sebagainya melalui kem itu dari satu hujung yang lain, masing-masing membunuh saudara dan rakan dan jirannya..' Orang Lewi tidak seperti Musa diperintahkan dan hari itu kira-kira tiga ribu orang mati. "[Keluaran 32:27-28]
"TUHAN berkata kepada Musa, 'Take dendam pada orang Midian untuk Israel. Umat Israel menangkap wanita Midian dan anak-anak dan mengambil semua lembu Midian, ternakan dan barangan sebagai barang rampasan. Mereka membakar semua bandar-bandar di mana orang Midian telah menetap, seperti serta semua kem-kem mereka. (Musa diperintahkan) "Sekarang membunuh semua kanak-kanak lelaki. Dan membunuh setiap wanita yang telah tidur dengan seorang lelaki, tetapi menyelamatkan untuk diri kamu sendiri setiap gadis yang tidak pernah tidur dengan seorang lelaki. "[Nombor 31:1-18]
(Isa berkata) "Tetapi orang-orang musuh saya yang tidak mahu saya untuk menjadi raja atas mereka -. Membawa mereka di sini dan membunuh mereka di depan saya"[Lukas 19:27]
"Dia (Isa) berkata kepada mereka," Tetapi sekarang jika anda mempunyai beg tangan, mengambil, dan juga beg dan jika anda tidak mempunyai pedang, menjual jubah anda dan membeli satu. "[Luke 22:36]
Rawatan Berbeza
Islam mengikuti agama keamanan, rahmat dan pengampunan. Jika seseorang individu Muslim itu untuk melakukan tindakan keganasan, orang ini akan bersalah melanggar penyewa asas Islam.
Apabila Timothy McVeigh mengebom bangunan City Oklahoma, tidak ada Amerika atau Kristian telah dilabelkan sebagai pengganas atau menjadi sasaran jenayah kebencian. Apabila Kristian Irish menjalankan tindakan keganasan terhadap satu sama lain dan di Kepulauan British, agama Kristian tidak dipersalahkan tetapi individu atau agenda politik mereka. Malangnya, perkara yang sama tidak benar untuk orang Islam Amerika dan Arab. Sebahagian besar orang Islam atau orang-orang Arab tidak mempunyai hubungan dengan peristiwa-peristiwa ganas di seluruh dunia belum Islam berdoa dengan keganasan. Adalah tidak adil kepada 1.5 bilion umat Islam di dunia dan agama Islam.
Kriteria bersalah
Yang tidak bersalah sehingga terbukti bersalah di mahkamah terbuka adalah prinsip sejagat yang diterima keadilan bersama-sama dengan kebebasan dan kebebasan untuk semua manusia. Walau bagaimanapun, Amerika Syarikat gagal untuk mengamalkan prinsip yang sama bagi mereka yang tidak merupakan warganegara Amerika Syarikat. Lebih buruk lagi, Amerika Syarikat adalah mewujudkan tribunal tentera untuk ujian rahsia kerana mungkin ada bukti yang tidak mencukupi untuk membuktikan orang-orang Arab dan umat Islam bersalah di mahkamah terbuka.
Semoga Allah memberkati kita semua dan membersihkan hati kita dari semua salah faham, niat jahat, kebencian dan kemarahan.
Posted & copy by Bersama Kepimpinan Ulama'(poklan58.blogspot) 3.8.13 

Apakah Jihad?



Soalan: Apakah Jihad?
Jihad perkataan berasal dari akar bahasa Arab perkataan JHD, yang bermaksud "berusaha."Kata-kata lain yang diperolehi daripada akar ini termasuk "usaha", "pekerja," dan "keletihan."Pada asasnya Jihad adalah satu usaha untuk mengamalkan agama dalam menghadapi penindasan dan penganiayaan. Usaha ini boleh datang dalam memerangi kejahatan di dalam hati anda sendiri, atau berdiri untuk diktator. Usaha tentera dimasukkan sebagai pilihan, tetapi sebagai jalan terakhir dan tidak "untuk menyebarkan Islam dengan pedang" kerana stereotaip akan mempunyai satu percaya.
Jawapan: ". Tandakan satu rakyat dengan cara yang lain" Al-Quran menerangkan Jihadsebagai satu sistem semak dan imbang, sebagai satu cara yang Allah ditubuhkan untukApabila seseorang atau kumpulan melampaui batas had mereka dan melanggar hak orang lain, orang Islam mempunyai hak dan kewajipan untuk "check" mereka dan membawa mereka kembali ke dalam talian. Terdapat beberapa ayat-ayat al-Quran yang menggambarkan jihad dengan cara ini. Satu contoh:
"Dan Allah tidak mendorong setengah manusia menentang yang lain,
bumi memang akan penuh dengan kejahatan;
tetapi Allah Maha kurniaNya kepada sekalian alam "
-Qur'an 2:251
Islam tidak pernah bertolak ansur dengan serangan tanpa provokasi dari pihak sendiri; Islam yang diperintahkan dalam Al-Quran tidak memulakan permusuhan, memulakan apa-apa tindakan agresif, melanggar hak-hak orang lain, atau mencederakan yang tidak bersalah.Malah, mencederakan atau memusnahkan haiwan atau pokok-pokok adalah dilarang. Perang dilancarkan hanya untuk mempertahankan komuniti agama menentang penindasan dan penganiayaan, kerana Al-Quran mengatakan bahawa "penganiayaan adalah lebih buruk daripada pembunuhan" dan "janganlah ada permusuhan kecuali kepada orang-orang yang penindasan amalan" (Al-Quran 2:190 - 193). Oleh itu, jika orang bukan Islam adalah damai atau acuh tak acuh kepada Islam, tidak ada sebab wajar untuk mengisytiharkan perang ke atas mereka.
Al-Quran menggambarkan orang-orang yang dibenarkan untuk melawan:
"Mereka adalah orang-orang yang telah diusir dari rumah mereka
sebarang alasan yang benar, kerana tidak ada sebab melainkan bahawa mereka berkata,
'Tuhan kami ialah Allah.'
Seandainya Allah tidak mendorong setengah manusia menentang yang lain,
, tentulah telah dirobohkan biara, gereja-gereja,
rumah-rumah ibadat dan masjid, di mana nama Allah diperingati
banyak-banyak ... "
-Qur'an 22:40
Perhatikan bahawa ayat ini khusus menyuruh melindungi semua rumah ibadat. Akhirnya, Al-Quran juga mengatakan, "Tidak ada paksaan dalam agama" (2:256). Memaksa seseorang di tempat pedang untuk memilih kematian atau Islam adalah satu idea yang asing kepada Islam dalam semangat dan amalan sejarah. Terdapat sememangnya ada persoalan melancarkan "perang jihad" ke "menyebarkan iman" dan memaksa orang untuk memeluk agama Islam; yang akan menjadi satu perang suci dan memaksa penukaran rakyat tidak akan ikhlas.
Posted & copy by Bersama Kepimpinan Ulama'(poklan58.blogspot) 3.8.13 
http://islam.about.com

Syiah: Bertindak secara ilmu, bukan jadi isu politik



MARANG: Presiden PAS, Datuk Seri Tuan Guru Abdul Hadi Awang menyifatkan tindakan kerajaan dalam menangani isu kontroversi fahaman Syiah lebih bersifat politik.

Katanya, ajaran Syiah itu bukan perkara baru tetapi telah lama wujud sejak beberapa kurun dalam dunia Islam.

Menurutnya, kerajaan pula mengambil sikap bukan hendak menangani masalah ajaran Syiah tetapi hendak jadikan isu politik.

“Kerajaan lebih bersikap untuk menjadikan isu politik, bukan suatu tindakan. Sebenarnya, Syiah telah wujud sejak beberapa kurun dalam dunia Islam dan bukan perkara baru.

“Seperti mazhab-mazhab lain juga dan kita tidak menafikan bahawa ajaran Syiah ini tidak sesuai diamalkan di Malaysia.

“Saya nampak kerajaan bukan hendak tangani tetapi hendak jadi isu politik. Sepatutnya, perbincangan antara mazhab ini hendaklah dilakukan di kalangan ilmuan, ulama yang tahu dalam bidang dia dan bukan mereka yang tak tahu hala bincang tentang mazhab ini,” ujarnya kepada Harakahdaily, hari ini.

Beliau yang juga Ahli Parlimen Marang menjelaskan bahawa berlaku perkembangan mazhab-mazhab dalam dunia Islam ini tidak mudah hendak mengkafirkannya.

Ini kerana, kata beliau, dalam mazhab Syiah tersebut ada yang terkeluar dari Islam dan ada yang masih berpegang dengan ajaran Islam.

Menurutnya, jalan terbaik bagi mencari penyelesaian dalam menangani isu kontroversi Syiah perlu kepada perbincangan tertutup secara akademik dan ilmuan.

“Syiah yang masih lagi dianggap seorang Islam yang dianuti di Iran, di Iraq dan selatan Lubnan. Mereka dibenarkan menunai haji di Mekah kerana ulama-ulama mengatakan mereka juga orang Islam.

“Mereka bersembahyang dan mengerjakan haji tetapi banyak cara beribadat mereka ini cara beribadat yang bercanggah dengan kajian-kajian ahli sunnah.

“Tetapi untuk membetulkan keadaan ini perlukan kepada para ilmuan dan bukan sewenang-wenang. Bahkan, ulama-ulama yang menulis pun dalam bidang ini berbeza dengan ulama yang hidup dalam masyarakat yang ada Syiah.

“Jadi hendak bincang hal Syiah kena ada orang akademik, perbincangan dalaman dan kerajaan mesti bertindak secara ilmu dan bukan bertindak untuk jadikan isu politik,” tegasnya.

Sehubungan itu, beliau mengingatkan umat Islam di sebalik isu Syiah tersebut mempunyai agenda kuasa besar barat terhadap kuasa nuklear di Iran.